Hari ini, Senin/ 11 Oktober 2021 bertempat di SMPN 4 Bebandem, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, Bali lokakarya perdana Program Guru Penggerak akhirnya bisa diselenggarakan.
Lokakarya ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten
Karangasem, dihadiri pula oleh P4TK Penjas & BK, Kordinator Pengawas, Ketua
MKKS, Kepala Sekolah SMPN 4 Bebandem sebagai tuan rumah tempat terselenggaranya
kegiatan, Pengajar Praktik, Calon Guru Penggerak dan para Kepala Sekolah dari
CGP.
Kegiatan berjalan lancar meskipun kegiatan ini terhitung mendadak dengan persiapan yang minim. Kegiatan diawali dengan pembukaan lokakarya yang berisi sambutan dan paparan tentang program guru penggerak dari Kadiskpora I Wayan Sutrisna dilanjutkan dengan pemberian materi secara pleno yang terdiri dari penyampaian agenda dan tujuan lokakarya dan kesepakatan kelas. Untuk games perkenalan tidak dapat dilakukakn disebabkan ruangan tempat pleno kegiatan tidak memungkinkan untuk mengadakan game. Kegiatan dilanjutkan di masing-masing kelompok. Kami PP dibagi menjadi 5 kelompok dengan masing-masing PP mendamping 5/6 CGP. Kali ini saya mendamping 5 CGP yang terdiri dari I Komang Susilawati dari SDN 6 Karangasem, Dewa Gede Pranata dari SMPN 2 Amlapura, Erno dari SMPN 3 Amlapura, Ni Nengah Sukarini dari SMPN 5 Amlapura dan I Nyoman Pasek yang bertugas di SMAN 2 Amlapura. Aktivitas di dalam kelompok kami mulai dengan perkenalan diri kami sebagai Pengajar Praktik lalu diikuti perkenalan dari masing-masing CGP dan Kepala Sekolah. Dilanjutkan dengan aktivitas inti yang dibagi menjadi 4 sesi yang dimulai dengan sesi Harapan dan Kekhawatiran. Kami membagi bapak/ibu peserta di dalam kelas tersebut menjadi 2 kelompok yaitu kelompok Kepala Sekolah dan kelompok CGP. Peserta diberikan waktu selama 10 menit untuk berdiskusi menceritakan harapan dan kekhawatiran mereka selama kegiatan Pendidikan Program Guru Penggerak. Kemudian kami memberikan kesempatan kepada peserta untuk menuliskan harapan dan kekhawatiran tersebut dalam bentuk peta pikiran dan menyampaikan apa yang mereka diskusikan dan dibuat di peta pikiran di depan kelas saat sesi presentasi. Para peserta baik Kepala Sekolah maupun CGP antusias untuk memaparkan hasil diskusi mereka meskipun masih ada beberapa CGP yang masih terlihat malu-malu untuk berpendapat.
Kegiatan dilanjutkan dengan
sesi berikutnya. Tapi sebelum sesi dimulai, kami ajak peserta untuk melakukan
energizer terlebih dahulu untuk mengurangi ketegangan yang mereka rasakan.
Setelah dirasa cukup kami lanjutkan dengan sesi Perjalanan Guru Penggerak.
Pada sesi ini kami tidak bisa melakukan seperti yang ada di skenario Lokakarya,
hal ini disebabkan karena kurangnya fasilitas yang disiapkan panitia baik itu
panitia dari P4TK maupun dari disdikpora. Poster yang sedianya harus
ditempelkan kami siasati dengan mengirimkan file-file poster melalui grup WA
yang baru saja kami bentuk saat di kelas sehingga semua CGP dan Kepala Sekolah
bisa melihat poster perjalanan 9 bulan mereka
mengikuti kegiatan Pendidikan Guru Penggerak.
Setelah kegiatan tersebut selesai, para CGP dan Kepala Sekolah kami kumpulkan lagi dalam 1 kelompok. Para CGP duduk berdampingan bersama Kepala Sekolah mereka masing-masing. Kami meminta CGP dan Kepala Sekolah untuk membuat rencana belajar selama 2 bulan ke depan. Menulis 5 hal yang perlu dilakukan sebelum Pendidikan Guru Penggerak dimulai serta mengidentifikasi orang-orang yang dapat membantu selama mengikuti Pendidikan Guru Penggerak. Setelah 20 menit kami meminta peserta untuk menceritakan hasil diskusi para CGP dengan Kepala Sekolah mereka masing-masing.
Aktivitas berikutnya adalah
membuat komitmen bersama. CGP dan Kepala Sekolah menuliskan komitmen mereka
dalam mewujudkn transformasi di sekolah melalui kegiatan Guru Penggerak.
Komitmen yang mereka tuliskan ditempelkan di kertas plano yang sudah kami
siapkan di depan kelas. Sebelum ditempelkan komitmen mereka bacakan agar bisa
didengar juga oleh peserta yang lain. Semoga komitmen tersebut tetap bisa
dijaga dan diterapkan sehingga bisa membawa sekolah pada transformasi pedidikan
Kegiatan ditutup dengan refleksi
yang dilaksanakan selama 25 menit. Refleksi adalah komponen yang penting dalam
setiap aktivitas Guru Penggerak. Kami meminta Kepala Sekolah dan CGP untuk menyampaikan
refleksi saat lokakarya perdana ini. Kami menanyakan kembali apa yang
dipelajari peserta selama kegiatan lokakarya perdana ini dan manfaat kegiatan
ini untuk peserta serta tugas peserta sebagai pendidik di sekolah.
Dari seluruh rangkaian kegiatan Lokakarya perdana ini, produk yang
dihasikan adalah Kesepakatan Kelas, Peta Pikiran yang berisi harapan
dan kekhawatiran yang terjadi selama kegiatan Pendidikan Guru Penggerak.
Strategi atau solusi dari CGP dan Kepala Sekolah terkait dengan Perjalanan Calon
Guru Penggerak selama 9 bulan, pembuatan Komitmen Bersama yang
dituliskan dan ditempelkan pada kertas plano, dan hasil refleksi dari
CGP serta Kepala Sekolah mereka masing-masing.
Kegiatan terakhir yang
tidak kalah pentingnya adalah sesi foto bersama. Mendokumentasikan kegiatan
lokakarya sehingga kenangan kegiatan ini bisa kami buka kembali. Tidak terasa
waktu yang kami lalui selama 5,5 jam berlalu juga. Ini adalah Lokakarya pertama
kami, semua berjalan lancar dan aman meski jauh dari kata sempurna. Masih
banyak yang perlu kami perbaiki dari persiapan diri, tempat dan segala hal
berkaitan dengan kegiatan Lokakarya. Semoga kegiatan di Lokakarya 1
lebih baik lagi.





















































